Senin, 24 Desember 2018
belalang sembah
Morfologi Mantis religiosa (belalang sembah)
Mantis religiosa (belalang sembah) memiliki ukuran tubuh dari medium sampai besar, bersifat hemimetabola, mulutnya tipe pengunyah, memiliki dua pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan seperti kertas dari kulit yang disebut tegumina. Sayap belakang berupa membran dan dilipat seperti kipas dan terletak di bawah sayap depan. Tubuhnya juga terbungkus oleh eksoskleton yang melindungi sistem organ yang lunak sebelah dalam. eksoskeleton merupakan kuikula yang tersusun dari kitin dan terbagi atas segmen - segmen.
Digestori Mantis religiosa (belalang sembah) saluran pencernaan makanan terdiri atas rongga mulut, esophagus,ventrikulus, gastric cueca, usus pada bagian akhir dan berakhir di anus. Makanan akan ditangkap dengan kaki muka kemudian dibawa ke mulut untuk di potong - potong oleh mandibula dan maxillae.
Organ pernapasan Mantis religiosa (belalang sembah) berupa trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas. Sebagian larva bernapas dengan insang trakeal pada bagian perutnya.
Sistem saraf merupakan sistem saraf tangga tali dengan ganglion otak atau ganglion supra esophragus. Pada kepala tersusun atas 3 ganglion yang bersatu.
wonderful flowers indonesia
| morfologi alam |
Semata Wayang Yang Ditinggalkan
Semata Wayang Yang Ditinggalkan
Saat aku masih kecil, aku sering di asuh sama saudara dari ibu dan bapak, yang penuh dengan kasih sayang,. Disaat aku menginjak dewasa, aku janji pada jiwa ragaku ingin sekali membalas budi pada mereka semua. Sayang Alloh berkehendak lain, mereka semua pulang menghadap Sang Illahi Robbi, meninggalkanku disaat aku ingin membalas budinya....Betapa sedih, gelisahnya hidup ini, harus pada siapa aku membalas kebaikannya sedang mereka sudah berbeda alam denganku..
Andaikata bisa digantikan alangkah baiknya aku dulu yang pulang sebelum orang yang aku sayangi pergi meninggalkanku sendiri.. :'-(
Saat aku masih kecil, aku sering di asuh sama saudara dari ibu dan bapak, yang penuh dengan kasih sayang,. Disaat aku menginjak dewasa, aku janji pada jiwa ragaku ingin sekali membalas budi pada mereka semua. Sayang Alloh berkehendak lain, mereka semua pulang menghadap Sang Illahi Robbi, meninggalkanku disaat aku ingin membalas budinya....Betapa sedih, gelisahnya hidup ini, harus pada siapa aku membalas kebaikannya sedang mereka sudah berbeda alam denganku..
Andaikata bisa digantikan alangkah baiknya aku dulu yang pulang sebelum orang yang aku sayangi pergi meninggalkanku sendiri.. :'-(
Langganan:
Postingan (Atom)
filsafat ilmu dan metode penelitian agrotek seminar dan ujian skripsi
MAKALAH FILSAFAT ILMU DAN METODOLOGI PENELITIAN AGROTEKNOLOGI SEMINAR DAN UJIAN SKRIPSI Dosen Pengampu : ...