MAKALAH FILSAFAT
ILMU DAN METODOLOGI PENELITIAN AGROTEKNOLOGI
SEMINAR DAN UJIAN
SKRIPSI
Dosen Pengampu :
Prof.
Dr. Ir. Agus Sugiarto, ST., MP
DISUSUN OLEH :
MUALIM (21601031096)
UNIVERSITAS ISLAM
MALANG
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
MALANG 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat serta hidayah-Nyalah
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini
membahas tentang, “Seminar dan ujian skripsi” yang merupakan
pembahasan dalam mata kuliah filsafat ilmu dan metodologi penelitian
agroteknologi.
Penulis berharap, makalah ini dapat
memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita
mengenai pengembangan alenia/paragraf khususnya bagi penulis. Penulis minta
maaf jika ada di dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan, oleh
karena itu kritik dan saran yang membanngun, penulis harapkan untuk
kesempurnaan makalah, agar dapat melalukan perbaikan semoga apa yang anda
berikan mendapat balasan dari Allah S.W.T. amin.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
i
DaftarIsi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan 3
BAB II PEMBAHASAN 4
2.1. Pengertian Seminar 4
2.2. Beberapa Definisi Seminar Lain Mengenai Seminar 9
2.3. Penggunaan Seminar 10
2.4. Kelebihan Seminar 10
2.5. Kelemahan Seminar 10
2.5 Unsur-Unsur Yang Ada Dalam Seminar 10
2.7. Ujian Skripsi 13
2.8.
Tahap Persiapan 14
2.9. Tahap Membawakan 17
2.10. Tahap Tanya Jawab 19
BAB III PENUTUP 20
A. Kesimpulan 20
B. Saran 20
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pada dasarnya seminar tidak ada bedanya dengan
diskusi, seminar dengan maksud memecahkan masalah yang ada dan diangkat pada
kegiatan seminar. Seminar adalah kegiatan saling tukar pemikiran diantara
peserta dan peserta atau peserta dan penyaji. Dalam seminar yang jelas timbul
kegiatan debat diantara penyaji dan peserta yang sama-sama mempertahankan
pendapatnya yang sudah dianggap benar oleh dirinya.Seminar pada umumnya
merupakan kegiatan akademis, baik di uneversitas maupun yang dilaksanakan di
setiap organisasasi formal.
Sebab, seminar pada hakikatnya sebuah kegiatan yang dibentuk
secara formal serta melibatkan penyaji dan peserta harus ada dalam kegiatan
seminar. Kata seminar berasal dari bahasa Latin, seminarum yang berarti “Tanah
tempat menanam benih” artinya seminar merupakan sebuah wadah untuk mendapatkan
dan menambah ilmu. Karena dalam kegiatan seminar akan banyak
pemikiran-pemikiran baru yang akan dilontarkan oleh para peserta maupun penyaji
seminar. Seminar bisa dikatakan kegiatan dialog yang melibatkan moderator
kemudian diajukan kepada penyaji, sehingga akan menimbulkan beberapa asumsi
yang berkaitan dengan tema pada saat seminar.
Seminar mempunyai tata cara sendiri meskipun dari segi lain
tidak ada bedanya dengan diskusi. Seminar mempunyai unsur-unsur yang bisa
menunjang terhadap jalannya seminar, sehingga akan terasa rancu dan tidak
berjalan jika salah satu unsur tidak ada. Kegiatan seminar ini akan menimbulkan
banyak manfaat, baik secara teoritis maupun secara praktis.
Karena ilmu atau pengetahuan akan kita dapat di banyak tempat
bukan hanya di bangku sekolah yang berbentuk formal. Seminar menjadi sebuah
kajian yang secara praktis membutuhkan pengetahuan yang cukup dan luas, apalagi
bagi para penyaji. Seminar biasanya seringkali dilakukan oleh mahasiswa, sebab
sebagai mahasiswa pada hakikatnya memamg harus lebih sering tampil dari pada
hanya menungu di kelas saat mata kuliah berlangsung. Seminar sangatlah kental
dengan aturan dan tatanan baik bahasa yang digunakan ataupun tempat yang akan
disediakan demi kebutuhan berlangsungnya kegiatan seminar. Seminar akan
melibatkan peserta dan penyaji yang akan menyampaikan materi atau tema yang
diangkatnya.
Sidang skripsi adalah
saat-saat paling mendebarkan bagi kebanyakan mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa
yang stres karena terlalu khawatir memikirkannya. Namun begitu, sidang skripsi
pasti dilalui dan tidak bisa ditolak. Karena ini sudah menjadi bagian dari
tugas akademik yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk menyelesaikan
kuliahnya. Jadi sebagai mahasiswa akan tetap melakukannya.
Masalah
umum yang sering dialami oleh kebanyakan mahasiswa saat sidang skripsi adalah
saat presentasi skripsi dan saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
dewan penguji. Inilah dua hal utama yang sering jadi momok yang ditakuti
kebanyakan mahasiswa. Sebenarnya ini tidak perlu terjadi, jika saja para
mahasiswa mampu melakukan persiapan dengan baik dan menguasai teknik presentasi
skripsi dengan baik.
1.2. Rumusan Masalah
Pada
pembahasan makalah ini banyak problem-problem yang menjadi rumusan masalah,
namun dari beberapa rumusan masalah yang ada, penulis hanya mengangkat dua
rumusan masalah yang akan diurai pada pembahasan makalah ini. Dari rumusan
masalah tersebut, diantaranya:
1. Apa arti
dari seminar itu sendiri dan apa manfaatnya?
2. Apa saja
unsur-unsur yang ada dalam seminar?
3. Apa arti
dari ujian skripsi itu sendiri?
4.
Bagaimanakah cara menghadapi ujian skripsi yng baik dan benar?
5. Apa saja
yang harus dipersiapkan sebelum presentasi ujian skripsi?
1.3. Tujuan
Hal ini, untuk mengetahui pengertian dari seminar dan ujian
skripsi, Unsur-unsur dalam seminar serta cara
menghadapi ujian skripsi yng baik dan benar, manfaat
dari kegiatan seminar yang seringkali dilaksanakan, dan persiapan
sebelum presentasi ujian skripsi.
BAB III
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Seminar
Kata seminar berasal dari kata Latin semin yang
berarti “benih”. Jadi, seminar berarti “ tempat benih-benih kebijaksanaan”.
Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu
topik khusus di bawah pimpinan seorang ahli dan berwenang dalam bidang
tersebut. Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk membahas
suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau seseorang ahli).
Pertemuan atau persidangan dalam seminar biasanya menampilkan satu atau
beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja masing-masing.
Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah
secara ilmiah. Masalah yang dibahas di dalam suatu seminar dapat mencakup
berbagai bidang disiplin ilmu atau berbagai kegiatan di dalam kehidupan
masyarakat.Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya. Seminar
tentang pemasaran suatu produk, tentu dihadiri oleh para pakar bidang
pemasaran. Seminar pendidikan tentu saja dihadiri oleh para ahli pendidikan.
Sementara itu, peserta berperan untuk menyampaikan
pertanyaan, ulasan, dan pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman tentang
suatu masalah.Pelaksanaan persidangan dalam seminar biasanya dipimpin oleh
seorang pemandu dan dibantu oleh seorang atau beberapa orang sekretaris.Sebuah
seminar biasanya memiliki fokus pada suatu topik yang khusus, di mana mereka
yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan
melalui sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah
presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal.
Biasanya, para peserta bukanlah seorang pemula dalam
topik yang didiskusikan (di universitas, kelas-kelas seminar biasanya
disediakan untuk mahasiswa yang telah mencapai tingkatan atas). Sistem seminar
memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada topik yang dibicarakan.
Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat, seminar memiliki sifat
lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran
akademis.Biasanya sebuah seminar berbentuk instruksi akademik, baik di lembaga
akademis atau ditawarkan oleh organisasi komersial atau profesional.
Sekarang, sistem seminar yaitu untuk membiasakan siswa
/ mahasiswa untuk mengenali lebih luas metodologi subjek yang mereka pilih dan
juga untuk memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan contoh-contoh dari
masalah-masalah praktis yang selalu terjadi selama penelitian. Seminar ini
merupakan sarana yang cocok di mana pembahasan suatu topik / tugas dibahas di
depan umum, pertanyaan dapat diangkat dan debat dapat dilakukan. Hal ini
relatif informal, setidaknya dibandingkan dengan sistem kuliah instruksi
akademik.
Adapun yang terlibat dalam seminar adalah :
1. Ruang seminar
2. Pengarah
3. Peserta
4. Moderator
5. Notulen
6. Jalannya seminar
1.
Ruang Seminar
Ruang seminar yang memadai adalah sebuah ruang yang
memungkinkan interaksi aktif bagi selurah orang yng aktif mengikuti seminar.
Sebuah meja bundar besar meliputi kursi adalah sebuah contoh yang baik atau
bentuk forum dilokal juga baik. Ruangan tentu saja harus cukup tenang dan cukup
terang untuk memberikan iklim yang enak untuk mengadakan kegiatan seminar
pendidikan. Adanya sebuah papan tulis yang dapat membantu serta sarana dan
prasarana lainnya yang dapat mendukung kegiatan seminar berlangsung.
2. Pengarah
Dalam kegiatan seminar proposal pendidikan juga sangat
dibutuhkan seorang pengarah yang memiliki fungsi sebagai orang yang dapat
menengahkan pendapat antara peserta dan peyaji tentunya pengarah disini adalah
orang yang benar-benar ahli dalam pendidikan. Pengarah adalah ahli yang
memiliki kompetensi pendidikan sehingga dalam kegiatan seminar semua
permasalahan yang ada dan tidak dapat di pecahkan dapat diselesaikan oleh
seorang pengarah, sehingga tujuan seminar dapat terlaksana dengan baik tanpa
melenceng dari isi karya ilmiah penyaji, berbeda dengan seminar yang secara
umum tentunya tidak ada pengarah hanya penyaji saja yang dapat menjawab dari
beberapa kritikan dari peserta. Pengarah dapat berbicara dan memberikan
pendapat setelah selesai karya ilmiah disajikan dan kritikan dari peserta,
boleh juga berbicara di tengah berjalannya kegiatan namun dengan alasan sesuatu
hal yang memang sangat penting disampaikan ketika ada permasalahan tentang isi
karya ilmiah.
3. Peserta
Untuk berjalannya sebuah seminar dengan baik, semua
peserta adalah bukan kertas kosong yang menunggu diisi, seperti halnya kuliah.
Mereka harus sudah membaca tentang tema yang akan diseminarkan. Mereka bisa
membuat sebuah esei pendek tentang tema yang diseminarkan. Bila yang
diseminarkan adalah sebuah teks, teks tersebut telah dibaca secara analitis,
ditandai, disertai tanggapan dan kritik. Dengan terlebih dahulu membaca tentang
tema yang akan diseminarkan, mereka telah mengolahnya di dalam kepala mereka.
Mereka telah memiliki bayangan akan apa yang diseminarkan. Kertas di tangan
yang berisi ringkasan tema yang diseminarkan menurut masing-masing peserta,
akan memandu mereka nantinya di dalam seminar.
4. Moderator
Seorang moderator di dalam seminar berbeda dengan
seorang lektor di dalam kuliah. Ia bukanlah seorang yang memberikan pelajaran,
melainkan orang yang mengarahkan jalannya seminar.Semestinyalah seorang
moderator adalah orang yang paling senior dalam tema yang akan diseminarkan.
Ini bukan berarti pendapatnyalah yang paling benar. Senioritas dalam penguasaan
materi semata-mata untuk mengarahkan seminar, karena ia mestinya yang paling
tahu tentang seluk beluk tema yang diseminarkan. Peran seorang moderator ada
dua: mengarahkan (directing) dan memoderasi (moderating). Dalam mengarahkan, ia
menjaga agar seminar tidak melenceng dari tema. Dengan memoderasi, ia menjaga
agar tidak ada satu orang atau satu ide tertentu yang terlalu mendominasi
seminar sehingga seluruh tema seminar tidak tereksplorasi dengan baik. Sebelum
seminar, seorang moderator harus telah membaca tema yang akan diseminarkan,
menyiapkan catatan tentang tema tersebut, menentukan kata-kata kunci, dan
menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang nantinya akan ditanyakan di dalam
seminar. Di awal seminar ia dapat menuliskan terlebih dahulu poin-poin yang
akan didiskusikan atau menggambarkan sebuah diagram yang mencerminkan ide yang
akan didiskusikan.Seorang moderator yang baik haruslah seorang pendengar dan
pembicara yang baik. Ia mampu menangkap maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya
lebih jelas. Ia mampu memparafrasekan sebuah pertanyaan menjadi pertanyaan lain
yang lebih jelas. Mengingat beratnya tugas seorang moderator, sebaiknya seorang
moderator tidak memimpin sebuah seminar lebih dari satu kali dalam sehari.
5.
Notulen
Notulen adalah orang yang diberi tugas dalam seminar
untuk membuat catatan singkat tentang jalannya persidangan/ rapat/ seminar juga
merangkum isi secara tertulis dari persidangan/ rapat atau seminar. Seorang
notulen juga sangat berfungsi dalam kegiatan ilmiah sebab moderator sebagai
pengelola kegiatan butuh catatan penting tentang jalannya kegiatan. Pada
kebiasaannya tempat notulen berdekatan dengan moderator sehingga ketika
berjalan kegiatan tidak terjadi miss communication ( kurang komunikasi ) antara
notulen dengan moderator, dalam hal ini notulen tidak saja menulis dari awal
kegiatan namun sampai dengan berakhirnya kegiatan notulen juga berkewajiban
menulis jalannya kegiatan.
6. Jalannya
Seminar
Seminar dimulai dengan pengantar singkat dari
moderator, dan langsung dilanjutkan dengan pertanyaan kunci yang dibahas oleh
semua peserta secara bergiliran.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya
seminar berjalan baik :
a. Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada
seorang yang lebih mendominasi pembicaraan.Adalah tugas moderator untuk
memperhatikan ini.
b. Seminar bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang
sudah jelas ada jawabannya, lalu mengarah ke pertanyaan-pertanyaan lain yang
lebih dalam dan tidak jelas jawabannya. Pertanyaan jenis kedualah yang
memberikan manfaat terbesar. Tidaklah banyak pertanyaan yang seperti demikian.
c. Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan
jelas tanpa ambiguitas. Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas,
moderator harus bisa menunjukkan itu dan meminta sang pengujar untuk
memperjelasnya.
d. Masih berhubungan dengan poin pertama, setiap
pertanyaan haruslah jelas sebelum ditanggapi dengan jawaban. Penanggap berhak
meminta penjelasan lebih lanjut atas pertanyaan sebelum ia menjawab. Tanggapan
tentunya juga harus relevan dengan pernyataan. Moderator juga harus
memperhatikan ini.
e. Sebuah pertanyaan bisa dilihat sebagai jembatan kepada
pertanyaan lain yang lebihmendasar. Hanya dengan cara demikian sebuah seminar
dapat memberikan manfaat lebih.
f. Bila ada istilah yang sama, tetapi dipakai dengan arti
yang berbeda oleh beberapa orang,moderator harus menunjukkan itu dan membuat
kesepakatan dalam arti apa istilah itu dipakai sebelum melanjutkan seminar.
g. Etiket harus diperhatikan dalam sebuah seminar,
seperti halnya di sebuah meja makan.Bahasa harus santun dan tidak merendahkan.
Moderator terlebih harus memberikan contoh yang dapat diikuti oleh peserta yang
lain. Bukan berarti seminar tidak bisa dilakukan dengan ringan dan diiringi
tawa, namun canda dan tawa dilakukan dengan wajar dan memberi makna di dalam
seminar. Tidak ada yang lebih membantu untuk mengingat ketimbang ide-ide
kreatif yang kadang membangkitkan tawa.
h. Seminar adalah sebuah tempat untuk menggodok ide. Ia
bukanlah tempat untukmembenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun menerima
bila ada pendapat yang lebih baik. Di dalam seminar semua orang memiliki posisi
yang sama.
i.
Sebuah
seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah kesimpulan tunggal.
j.
Setiap
orang bisa pulang dengan pendapatnya masing-masing.Yang terpenting adalah mata
mereka lebih terbuka, mereka telah melihat ide-ide baru yang sebelumnya tidak
terpikirkan oleh mereka.
2.1.
Beberapa Definisi Seminar Lain Mengenai Seminar
1. Pemecahan Masalah
Seminar merupakan
suatu kegiatan pemecahan masalah pada tema tertentu yang telah ditetapkan yang
melibatkan para pakar, biasanya dari perguruan tinggi sebagai pembawa makalah
atau pembanding/penyanggah.
2. Pembahasan Studi Kasus atau Topik Tertentu
Seminar adalah
kegiatan yang diadakan dalam rangka membahas suatu kasus atau suatu topik
tertentu, yang biasanya diikuti banyak peserta, dipimpin oleh seorang yang ahli
didalam bidang yang dipelajarinya, sehingga seminar tersebut berfungsi
memberikan kesempatan diskusi kepada para pesertanya dan menstimulasi partisipasi
anggota kelompok menjadi aktif.
3. Pertemuan Mahasiswa Bidang Keilmuwan
Tertentu
Seminar merupakan
pertemuan sejumlah mahasiswa pereguruan tinggi bidang keilmuwan tertentu
dibawah pimpinan mahaguru yang bersangkutan.
4. Pertemuan SekelompokAhli
Seminar adalah
pertemuan sekelompok ahli atau pakar yang sedang mengkaji kebenaran hasil
penelitian ilmiah di masyarakat di luar kalangan perguruan tinggi.
5. Pembahasan Hasil Penelitian Ilmiah
Seminar merupakan
pembahasan ilmiah ( hasil penelitian ) yang dipimpin oleh seorang atau beberapa
ahli, dan dihadiri oleh beberapa penyanggah.
2.3.
Penggunaan Seminar
Seminar akan efektif bila:
1. Tersedia waktu yang cukup untuk membahas persoalan.
2. Problema sudah dirumuskan dengan jelas.
3. Para peserta dapat diajak berfikir logis.
4. Problema memerlukan pemecahan yang sistematis.
5. Problema akan dipecahkan secara menyeluruh.
6. Pimpmnan sidang cukup terampil dalam mcnggunakan
metode ini.
7. Kelompok tidak terlalu besar sehingga memungkinkan
setiap peserta mengambil bagian dalam berpendapat.
2.4
Kelebihan Seminar
1. Membangkitkan pemikiran yang logis.
2. Mendorong pada analisa menyeluruh.
3. Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis
problema.
4. Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada
diri peserta.
5. Meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema.
2.4
Kelemahan Seminar
1. Membutuhkan banyak waktu.
2. Memerlukan pimpinan yang terampil.
3. Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar.
4. Mengharuskan setiap anggota kelornpok untuk
mempelajari terlebih dahulu.
5. Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain.
2.5.
Unsur-Unsur Yang Ada Dalam Seminar
Seminar bukanlah hanya sebatas tukar pemikiran
kemudian selesai, tapi banyak hal yang perlu diperhatikan terhadap kegiatan
seminar. Ada beberapa unsur yang mendukung berjalannya kegiatan seminar. Unsur
tersebut melibatkan tiga unsur, diantaranya:
1.Unsur Manusia
Unsur manusia yang meliputi
pemandu atau moderator, penulis, penyaji makalah dan peserta. Pemandu atau
moderator adalah orang yang akan mengatur jalannya seminar, sehingga semua
keputusan ada di tangan moderator. Ketika ada salah satu diantara peserta yang
mau bertanya, maka harus mendapatkan izim dari moderator, tidak
sewenang-wenangnya kemudian menjawab. Sebaliknya juga, penyaji ketika mau
menyampaikan atau menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh salah satu peserta,
maka harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari moderator untuk menjawab
pertanyaannya. Penulis atau notulis adalah orang yang menghasilkan notulen dari
hasil seminar. Notulis akan menyampaikan hasil dari seminar, segala sesuatu
yang sudah disepakati bersama. Notulis harus bisa dan mampu mencatat hasil
seminar kemudian disampaikan atau dilaporkan kepada para peserta seminar.Dalam
seminar harus ada seorang penyaji yang akan menyajikan atau menyampaikan secara
detil terhadap para peserta tentang makalah atau tema yang diangkat pada
seminar. Penyaji adalah seseorang yang bisa dikatakan mampu menyampaikan materi
seminar, sehingga para peserta merasa puas terhadap acara seminar yang
diadakan. Maka dari itu, harus mencari atau mendatangkan seorang penyaji yang
memang benar-benar mampu dan berpengetahuan yang luas.Kegiatan seminar harus
ada peserta seminar karena tidak cukup hanya mendatangkan penyaji dan dihadiri
moderator, akan tetapi seminar harus dihadiri peserta.Sebab, penyaji akan
menyajikan makalahnya dan disampaikan kepada peserta seminar. Peserta merupakan
orang yang hadir dalam acara seminar selain dari penyaji dan moderator. Bisa
juga dikatakan peserta adalah orang yang mendengarkan. Banyak dan sedikitnya
peserta menyebabkan tidak sukses dan semaraknya acara, memang pada hakikatnya
kesuksesan tidahlah bergantung kepada banyaknya peserta, tapi peserta sebagai
penunjang terhadap jalannya acara.
2. Unsur
materi yang meliputi masalah, tema atau topik pembicaraan
Sebelum dilaksanakan sebuah seminar, terlebih dahulu
harus mencari atau mendapatkan masalah, sehingga bisa dijadikan bahan diskusi
pada kegiatan seminar. Masalah itulah kemudian diusung dan dibahas pada
seminar. Tanpa mempunyai permasalahan, maka acara seminar tidak mungkin
berjalan, karena tidak ada yang mau dibahas. Tema atau topik merupakan pokok
kajian yang diusung pada kegiatan seminar. Tema didapat setelah menemukan
permasalahan kemudian lebih difokuskan ke dalam bentuk tema. Tema sebagai roh
permasalahan yang akan dibahas atau diurai secara mendalam. Makalah yang dibuat
oleh penyaji setidaknya harus berkaitan dengan tema tidak boleh mengangkat
makalah yang tidak ada kaitannya dengan tema. Sebab, tema salah satu topik yang
sudah disepakati untuk dijadikan bahan diskusi.
3. Unsur fasilitas
Meliputi ruangan, meja, kursi, alat-alat audiovisual,
papan tulis, kertas dansebagainya.Kegiatan seminar merupakan kegiatan dalam bentuk
resmi. Yang jelas membutuhkan ruangan yang sekiranya memadai terhadap semua
yang hadir. Selain itu, membutuhkan meja dan kursi sebagai tempat duduk bagi
penyaji juga peserta yang hanya membutuhkan kursi. Sebab, acara seminar kalau
peserta dan penyajinya duduk dalam bentuk lesehan, maka kurang menarik
acaranya. Apalagi memang tidak biasa seperti itu, beda dengan diskusi yang
dibentuk tidak formal mungkin tidak masalah jika tidak menggunakan kursi dan
meja. Yang penting ada tempat meski tidak dalam ruangan. Alat-alat audiovisual
dan papan tulis dibutuhkan oleh penyaji dalam acara seminar, meskipun
seringkali ketika acara resmi yang diadakan di gedung-gedung pertemuan resmi
tidak menggunakan papan tulis, akan tetapi papan tulis digunakan ketika acara seminar
yang diadakan di kelas oleh mahasiswa atau ketika seminar proposal bagi
mahasiswa semester 7 atau 8. Namun, dua alat tersebut harus ada dan
dipersiapkan sebelumnya, sehingga ketika penyaji membutuhkan alat tersebut
tidak akan kebingungan.Untuk melaksanakan seminar tentu diperlukan persiapan.
Persiapan tersebut harus menjawab pertanyaan siapa yang menjadi pelaksana
seminar, siapa penyaji makalahnya, siapa pesertanya, apa materinya, dimana
pelaksanaannya, dan fasilitas apasaja yang harus disediakan agar pelaksanaan
seminar tersebut dapat berjalan dengan lancar. Sebelum melaksanakan seminar
sebaiknyadibentuksebuahpanitiapelaksana yang dipimpin oleh seorang ketua,
sekretaris dan bendahara ditambah dengan beberapa urusan atau seksi. Urusan
atau seksi yang dibentuk haruslah sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, harus ada
seksi yang mengurus penggandaan makalah, surat-menyurat, tanda peserta, piagam
atau tanda keikutsertaan. Demikian pula harus ada seksi yang mengurus fasilitas
seminar seperti soal tempat, meja, kursi, papan tulis, alat-alat audiovisual,
dan sebagainya. Jika seminar dilaksanakan lebih dari satu hari, perlu pula
seksi yang mengurus akomodasi, transportasi, dankonsumsi. Agar pekerjaan
panitia dapat berlangsung tertib dan lancar, maka panitia seminar harus dapat
merumuskan tugas-tugas yang harus dikerjakan, dan siapa saja orang yang
bertanggungjawab melaksanakannya. Tugas-tugas itu misalnya menyangkut soal
siapa yang menghubungi penyaji makalah, tema apa yang disajikan, berapa biaya
yang dibutuhkan dan dari mana sumbernya, siapa saja yang menjadi peserta dan
apasaja kewajibannya, kapan dan dimana seminar dilaksanakan. Baik panitia mau
punpenyaji hendak nya memperoleh gambaran unsur manusia yang terlibat di dalam
seminar tersebut. Aktivitas untuk memperoleh gambaran itu penting agar mereka
yang terlibat didalamnya mengetahui sifat dan sikap masing-masing.
Dalam pandangan lain, beberapa manfaat yang didapat
pada kegiatan seminar, diantaranya:
a. Melatih
untuk bersikap demokratis.
b. Melatih
untuk bersik aptoleransi.
c. Mengembangkan
kepribadian.
d. Sarana
melatih berfikir lebih baik.
e. Menambah
pengetahuan dan pengalaman.
f. Pengembangan
kecendekiaan dan kreatifitas.
Dari beberapa manfaat yang sudah disebutkan diatas,
maka seminar merupakan pokok kajian yang bisa dijadikan melatih diri kita untuk
lebih kreatif dan berpengetahuan serta berpikir yang cemerlang. Seminar tidak
hanya sebatas kegiatan yang bisa mengeluarkan uang banyak, tapi mampu
menciptakan pemikiran yang lebih cerdas.
2.7.
Ujian skripsi
Ujian skripsi yaitu suatu karya tulis ilmiah berupa paparan
tulisan hasil penelitian S1 yg membahas suatu permasalahan atau fenomena dalam
suatu bidang ilmu tertentu dgn menggunakan kaidah kaidah yg berlaku.
Tujuan dari skripsi yaitu mahasiswa
mampu menyusun dan menulis suatu karya
ilmiah, sesuai dgn bidang ilmunya.
2.8. Tahap Persiapan
1.
Kuasailah materi skripsi dengan baik
Apa
yang akan disampaikan dalam presentasi skripsi adalah hasil penelitian yang
sudah dilakukan selama berbulan-bulan. Apapun jenis penelitian skripsi Anda,
mulai dari skripsi akuntansi, skripsi manajemen sampai skripsi teknik
informatika. Jika penelitian tersebut dilakukan melalui proses yang benar dan
sungguh-sungguh, maka menguasai materi presentasi skripsi tersebut akan menjadi
jauh lebih mudah.
Namun
masalahnya tidak semua mahasiswa melakukan proses penelitian dengan baik.
Mereka tidak mengikuti prosesnya dengan benar, mereka tidak mempelajarinya
bahkan tidak sedikit mahasiswa yang skripsinya dikerjakan orang lain tanpa
meraka tahu kerangka berpikir dari skripsi tersebut. Alhasil mereka bingung
saat sidang skripsi sudah mulai dekat. Mereka takut, tidak siap dan merasa
tidak menguasai materi skripsi yang akhirnya membuat mereka stres.
Cara
terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan bersungguh-sungguh mengerjakan
skripsi mulai dari mengajukan judul, membuat proposal skripsi, memperdalam
kajian teori, melakukan penelitian, menulis hasil penelitian, melakukan
bimbingan, melakukan revisi dan mempelajarinya. Semua itu adalah modal utama
Anda dalam presentasi skripsi. Percayalah dengan melakukan semua hal tersebut
Anda akan menguasai materi dengan baik. Dan Anda akan jauh lebih siap, bahkan
jauh-jauh hari sebelum sidang skripsi itu tiba.
Mungkin
Anda bertanya kenapa persiapan harus dimulai dari pengajuan judul? Jawabannya
sederhana karena membuat judul adalah langkah awal dalam menyusun skripsi. Dan
untuk membuat judul diperlukan sebuah alasan. Alasan inilah yang menjadi
kerangka berpikir awal kenapa judul yang dipilih layak untuk diajukan. Jika
tahap ini bisa dilakukan dengan baik maka proses selanjutnya akan semakin
mudah. Dan Anda telah mampu melakukan bagian terpenting dalam persiapan
presentasi skripsi.
2.
Siapkan mental
Saat
sidang skripsi sudah mulai dekat, rasa cemas biasanya tetap muncul. Ini adalah hal yang wajar.
Untuk mengatasinya katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda sudah siap.
Hilangkan pikiran-pikiran negatif dalam diri Anda.Yakinkan diri Anda, bahwa
Anda sudah menguasai materi Anda dengan baik. Selain itu perbanyaklah berdoa,
karena doa akan membuat Anda jauh lebih tenang dan optimis dalam menjalani apa
yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Anda sebagai mahasiswa. Ini
bukanlah saran yang klise atau teoritis belaka. Saya pernah melakukannya dan
saya yakin semua mahasiswa yang sukses dalam sidang skripsi juga melakukannya.
3.
Kenali siapa dosen penguji Anda
Perlu
Anda ingat presentasi dalam sidang skripsi Anda tampilkan dihadapan dewan
penguji yang terdiri dari beberapa dosen penguji. Jadi mengenali siapa-siapa
dosen penguji Anda adalah salah satu hal penting yang tidak bisa Anda lewatkan.
Dengan mengenali masing-masing dosen penguji Anda, bagaimana karakternya,
bagaimana cara mereka bertanya dan sebagainya akan membuat Anda jauh lebih
tenang saat sidang berlangsung. Bagaimana mengenali mereka? Caranya sederhana,
silahkan Anda hubungi kakak kelas atau siapa saja yang Anda kenal yang pernah
melakukan sidang skripsi sebelumnya. Tanyakan bagaimana biasanya dosen-dosen
penguji tersebut memberikan pertanyaan, bagaimana biasanya mereka mengkritisi dan
lain sebagainya. Selain itu Anda juga bisa menghadiri beberapa sidang skripsi
lain. Lakukanlah pengamatan selama sidang berlangsung dan catat poin-poin
penting yang Anda lihat. Lakukan ini dengan baik, karena dengan mengenali
audiens ini akan menjadi modal berharga bagi diri Anda saat
tampil melakukan presentasi skripsi nantinya.
4.
Susunlah slide presentasi skripsi dengan baik
Menyusun slide presentasi untuk sidang skripsi bisa
dibilang tidak mudah. Dibutuhkan sebuah pemikiran dan kerja keras untuk memilih
konten yang harus ditampilkan dalam tiap slide, grafik, gambar, serta struktur
presentasi yang akan Anda sampaikan.
Dalam
membuat slide presentasi untuk sidang skripsi kita harus mengedepankan aspek
kesederhanaan dan kejelasan. Sederhana maksudnya setiap kalimat yang Anda
tampilkan dalam slide harus singkat dan mudah dipahami. Sedangkan kejelasan
maksudnya penggunaan latar belakang, warna, jenis font dan ukuran font harus
mudah dibaca.
Ingat
presentasi skripsi itu tidak lama, maksimal 20 menit, bahkan tidak jarang waktu
yang diberikan kurang dari itu, bisa 10 menit atau 15 menit. Untuk itu buatlah
slide presentasi skripsi sesuai dengan kebutuhan dan yang terpenting slide
tersebut harus memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
penelitian, hipotesis (jika menggunakan hipotesis), metode penelitian, hasil
penelitian (kalau ada data-data angka tampilkan dengan tabel dan grafik),
kesimpulan dan rekomendasi.
5.
Lakukan latihan presentasi skripsi dengan baik
Berlatih
adalah cara terbaik untuk membuat presentasi skripsi berjalan dengan baik.
Dengan latihan Anda akan lebih percaya diri, mampu menyesuaikan apa yang Anda
sampaikan dengan waktu yang ada, serta menemukan cara terbaik untuk
menyampaikan presentasi. Berlatihlah sendiri di depan cermin, di depan
teman-teman dan visualisasikan kesuksesan Anda. Jika sampai tahap ini Anda bisa
melakukannya dengan baik maka peluang Anda untuk sukses dalam presentasi
skripsi semakin terbuka lebar.
6.Jangan
Lupa untuk Minta Doa Restu Orang Tua dan Berdoa
Cara menghadapi sidang skripsi agar lancar di depan dosen
penguji yang terakhir adalah mintalah doa restu orangtua agar kamu dimudahkan
lisannya saat sidang presentasi skripsi . Jangan lupa selalu berdoa agar kamu
selalu diberi kemudahan ketika menjawab dan mendapatkan hasil seperti yang kamu
harapkan.
2.9.
Tahap Membawakan
Dalam
tahap ini kita akan belajar tentang bagaimana membuka presentasi, memaparkan
isi dan menutup presentasi.
1.
Membuka presentasi skripsi
Membuka
presentasi dalam sidang skripsi adalah salah satu tahap yang menurut saya tidak
mudah dilakukan. Dibutuhkan sebuah pemikiran yang matang sebelum Anda
melakukannya. Anda harus benar-benar memikirkan kalimat apa yang paling tepat
Anda sampaikan saat berdiri pertama kali di depan dewan penguji. Jangan sampai
Anda menunjukkan diri bahwa Anda tidak siap, dengan pembukaan yang buruk.
Seperti meminta maaf atau kalimat lain yang menunjukkan bahwa Anda sebenarnya
tidak siap.
Saran
saya bukalah presentasi skripsi Anda dengan santun dan penuh keyakinan. Caranya
sampaikan salam, ucapan terima kasih, kemudian jelaskan topik yang akan Anda
sampaikan. Tunjukkan keyakinan Anda dengan bahasa tubuh yang baik dan intonasi
suara yang jelas. Silahkan Anda simak contoh berikut:
“Assalamu’alaikum,
selamat pagi, salam sejahtera buat kita semua”
“Pada
kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada dewan penguji
(sebutkan nama masing-masing dan gelar) yang telah mempersilahkan saya untuk
mempresentasikan skripsi yang berjudul Pengaruh Layanan Informasi Terhadap
Pemahaman Potensi Diri Siswa Kelas VIII SMP Samaran II tahun pelajaran 20XX “.
Setelah
Anda membuka dengan kalimat seperti contoh di atas, Anda bisa melajutkannya
dengan menjelaskan poin-poin yang akan dibahas atau bisa juga menyampaikan isi
presentasi skripsi Anda seperti sebuah narasi tanpa Anda plot dalam poin-poin.
Silahkan simak contoh berikut:
“Ada
tiga hal yang akan saya sampaikan dalam presentasi ini. Pertama, tentang alasan
pemilihan judul yang mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah dan
tujuan penelitian. Kedua, tentang motode penelitian yang mencakup jenis
penelitian, subjek penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data dan
teknik analisis data. Ketiga tentang hasil penelitian yang akan memaparkan
hasil temuan selama melakukan penelitian”
Atau:
“Hery Wibowo dalam bukunya Fortune Favor The Ready menjelaskan bahwa pemahaman
terhadap potensi diri sangat penting karena merupakan titik tolak pertama dalam
pencapaian cita-cita. Dan salah satu tempat yang sangat penting untuk
mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang cemerlang, pribadi yang mampu
mengembangkan potensi dirinya secara optimal adalah sekolah”.
Dua
contoh diatas adalah bentuk pembukaan presentasi, namun menggunakan pendekatan
yang berbeda. Pertama kita menjelaskan poin-poin yang akan dibahas. Kedua, kita
membuka presentasi dengan kutipan kemudian membuat narasi yang akan
mengantarkannya pada alasan pemilihan judul dan seterusnya.
Anda
dapat mengeksplorasi sendiri jenis pembukaan seperti apa yang akan Anda
sampaikan. Yang terpenting sampaikan pembukaan Anda tersebut dengan santun dan
meyakinkan. Percayalah pembukaan ini akan jadi modal penting dalam melanjutkan
sesi presentasi skripsi Anda seterusnya.
2.
Menjelaskan isi presentasi skripsi
Dalam
tahap ini Anda harus mampu menjelaskan isi presentasi skripsi Anda dengan terstruktur dan jelas. Jika Anda mengawali
presentasi dengan menjelaskan poin-poin yang akan dibahas maka dalam pembahasan
jangan sampai Anda melewatkan apapun yang sudah Anda mulai sebelumnya. Namun
jika Anda membuka presentasi skripsi dengan sebuah narasi, maka pembahasan Anda
harus terstruktur dengan baik. Supaya dewan penguji atau audiens yang
mendengarkan Anda memahami bagian-bagian dari apa yang Anda sampaikan dengan
baik.
Selain
itu gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Anda harus ingat
presentasi skripsi itu bersifat formal, jadi penggunaan bahasa yang baik akan
memberikan kesan yang baik untuk penampilan Anda. Satu lagi jangan lupa
gunakan bahasa tubuh Anda
dengan baik untuk memperkuat setiap gagasan yang Anda tampilkan.
3.
Menutup Presentasi Skripsi
Dalam
presentasi sidang skripsi ada dua cara penutupan presentasi yang baik. Pertama menyimpulkan isi
dari presentasi yang biasanya juga kesimpulan dari isi skripsi. Kedua,
menyampaikan rekomendasi. Rekomendasi ini Anda sampaikan kepada pihak-pihak
terkait yang akan menggunakan hasil penelitian Anda atau yang akan meneruskan
penelitian Anda di masa mendatang.
2.10.
Tahap Tanya Jawab
Dalam
tahap ini Anda akan belajar bagamana strategi menghadapi sesi tanya jawab
dengan baik dan meyakinkan. Apa saja yang perlu Anda lakukan?
1.
Jadilah pendengar yang aktif
Berhasil
atau tidaknya Anda memberikan jawaban dengan tepat sangat dipengaruhi oleh
kemampuan Anda mendengarkan. Maka yang harus Anda lakukan adalah menjadi
pendengar yang baik dengan mendengarkan secara aktif. Caranya pusatkan
perhatian Anda, tunjukkan antusiasme Anda dan berikan umpan balik jikalau ada
pertanyaan yang kurang Anda pahami saat sesi tanya jawab berlangsung.
2.
Ambil jeda
Sebelum
Anda menjawab, ambilah jeda beberapa detik untuk memikirkan cara
terbaik dalam menjawab pertanyaan. Hal ini memberikan lebih banyak
kesempatan kepada Anda untuk menyiapkan jawaban yang bagus. Para dosen penguji
pun akan memaklumi dan menerima jeda sebentar tersebut sebelum Anda memberikan
jawaban ataupun tanggapan.
3.
Berikanlah jawaban dengan penuh keyakinan
Setelah
Anda mengetahui jawaban atas pertanyaan dosen penguji, segera jawab pertanyaan
tersebut dengan jelas. Berikan jawaban ringkas jika waktunya terbatas, perluas
jawaban Anda jika waktunya cukup longgar. Jika pertanyaan terkait dengan hasil
atau proses penelitian Anda maka jawablah apa adanya seperti apa yang Anda
lakukan saat melakukan penelitian. Namun jika pertanyaannya bersifat teoritis
maka berikan jawaban dengan dasar yang kuat, seperti merujuk pendapat para
ahli, hasil survei dan lain-lain. Dan satu lagi hindari jawaban dengan
menggunakan kata “mungkin”. Karena kata mungkin menunjukkan ketidakyakinan dan
bahkan bisa menimbulkan interpretasi baru yang bisa menyebabkan pembahasan akan
meluas. Ini malah akan menyulitkan Anda. Jadi berpikirlah dengan cermat,
pikirkan jawaban ataupun tanggapan terbaik Anda dengan jelas dan meyakinkan.
Setelah
sesi tanya jawab selesai, berarti selesai sudah keseluruhan presentasi skripsi
Anda. Namun sebelum Anda mengakhirinya, sampaikan terima kasih atas saran,
masukan dan kritik yang diberikan dewan penguji. Katakan Anda akan segera
melakukan perbaikan jika ada yang yang perlu diperbaiki. Setelah itu hampiri
dewan penguji Anda, jabatlah tangan mereka dengan tersenyum apapun hasil dari
sidang skripsi Anda.
Demikianlah
tips bagaimana menampilkan presentasi sidang skripsi dengan baik dan benar
sekaligus meyakinkan. Intinya lakukan persiapan dengan sebaik-baiknya,
tampilkan presentasi skripsi Anda
dengan baik, terstruktur dan meyakinkan, serta berikan jawaban terbaik untuk
setiap pertanyaan. Lakukan semua itu dengan baik, maka kesuksesan presentasi
sidang skripsi akan jadi milik Anda
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Seminar adalah
kegiatan tukar pikiran antara satu orang dengan orang lain dengan bentuk
diformat secara resmi, untuk menemukan sebuah jawaban dari permasalah yang ada.
Kegiatan seminar yang jelas harus mendatangkan penyaji yang mempunyai
pengetahuan yang lebih atau mampu menyampaikan penjelasan tentang tema seminar,
sehingga para peserta puas terhadap penjelasan yang ada. Seminar dihadiri oleh
penyaji dan peserta yang dalam pelaksaan berlangsungnya acara dipandu oleh
moderator atau pembawaacara. Selama berlangsungnya seminar yang mempunyai hak
mengatur berlangsungnya acara semuanya ada pada moderator.
Seminar mempunyai
beberapa manfaat terhadap para pelaaksana seminar. Selain itu, seminar terdapat
beberapa unsur yang mendukung berlangsungnya kegiatan seminar, baik unsur
manusia, unsur materi dan unsur fasilitas. Tiga unsur tersebut harus ada dalam
seminar, jika salah satu dari tiga unsur itu tidak ada, maka acara seminar
tidak akan berjalan dengan lancar bisa saja tidak akan berjalan sama sekali.
Seminar salah satu kagiatan resmi yang sering kali dilakukan oleh banyak orang,
baik perguruan tinggi, lembaga lain, dan organisasi-organisasi. Seminar sebuah
kajian yang mendatangkan seorang penyaji dan harus dihadiri oleh para peserta.
Dengan kata lain kegiatan tukar pemikiran yang dibentuk dengan acara formal.
B. Tip sukses menghadapi ujian skripsi
A.
Kuasi materi ppt
B.
Tenang
C.
Gunakan ppt untuk
presentasi
D.
Perhatikan waktu
E.
Kontrol suara
F.
Perhatikan bha
penyampaian
G.
Perhatikan
penampilan
H.
Persipkan
perangkat pendukung
I.
Pahami setiap gaya
penguji
J.
Banyak berdo’a
C. Persiapan yang
harus dilakukan sebelum ujian skripsi
a)
Tahap persiapan
b)
Tahap membawakan
c)
Tahap tanya jawab
D. Saran
Barangkali
apa yang penulis urau dalam makalah ini belum mencapai kesempurnaan, maka dari
itu penulis mengharap kepada pembaca untuk menyempurnakan makalah ini sesuai
dengan tema yang ada, sehingga mencapai kesempurnaan.
Untuk power pointnya silahkan klik link dibawah ini
https://drive.google.com/file/d/1GSOcYTYMELOVzrUTskLmQ_UfnzTstjuz/view
MAKALAH FILSAFAT
ILMU DAN METODOLOGI PENELITIAN AGROTEKNOLOGI
SEMINAR DAN UJIAN
SKRIPSI
Dosen Pengampu :
DISUSUN OLEH :
MUALIM (21601031096)
UNIVERSITAS ISLAM
MALANG
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
MALANG 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat serta hidayah-Nyalah
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini
membahas tentang, “Seminar dan ujian skripsi” yang merupakan
pembahasan dalam mata kuliah filsafat ilmu dan metodologi penelitian
agroteknologi.
Penulis berharap, makalah ini dapat
memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita
mengenai pengembangan alenia/paragraf khususnya bagi penulis. Penulis minta
maaf jika ada di dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan, oleh
karena itu kritik dan saran yang membanngun, penulis harapkan untuk
kesempurnaan makalah, agar dapat melalukan perbaikan semoga apa yang anda
berikan mendapat balasan dari Allah S.W.T. amin.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
i
DaftarIsi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan 3
BAB II PEMBAHASAN 4
2.1. Pengertian Seminar 4
2.2. Beberapa Definisi Seminar Lain Mengenai Seminar 9
2.3. Penggunaan Seminar 10
2.4. Kelebihan Seminar 10
2.5. Kelemahan Seminar 10
2.5 Unsur-Unsur Yang Ada Dalam Seminar 10
2.7. Ujian Skripsi 13
2.8.
Tahap Persiapan 14
2.9. Tahap Membawakan 17
2.10. Tahap Tanya Jawab 19
BAB III PENUTUP 20
A. Kesimpulan 20
B. Saran 20
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pada dasarnya seminar tidak ada bedanya dengan
diskusi, seminar dengan maksud memecahkan masalah yang ada dan diangkat pada
kegiatan seminar. Seminar adalah kegiatan saling tukar pemikiran diantara
peserta dan peserta atau peserta dan penyaji. Dalam seminar yang jelas timbul
kegiatan debat diantara penyaji dan peserta yang sama-sama mempertahankan
pendapatnya yang sudah dianggap benar oleh dirinya.Seminar pada umumnya
merupakan kegiatan akademis, baik di uneversitas maupun yang dilaksanakan di
setiap organisasasi formal.
Sebab, seminar pada hakikatnya sebuah kegiatan yang dibentuk
secara formal serta melibatkan penyaji dan peserta harus ada dalam kegiatan
seminar. Kata seminar berasal dari bahasa Latin, seminarum yang berarti “Tanah
tempat menanam benih” artinya seminar merupakan sebuah wadah untuk mendapatkan
dan menambah ilmu. Karena dalam kegiatan seminar akan banyak
pemikiran-pemikiran baru yang akan dilontarkan oleh para peserta maupun penyaji
seminar. Seminar bisa dikatakan kegiatan dialog yang melibatkan moderator
kemudian diajukan kepada penyaji, sehingga akan menimbulkan beberapa asumsi
yang berkaitan dengan tema pada saat seminar.
Seminar mempunyai tata cara sendiri meskipun dari segi lain
tidak ada bedanya dengan diskusi. Seminar mempunyai unsur-unsur yang bisa
menunjang terhadap jalannya seminar, sehingga akan terasa rancu dan tidak
berjalan jika salah satu unsur tidak ada. Kegiatan seminar ini akan menimbulkan
banyak manfaat, baik secara teoritis maupun secara praktis.
Karena ilmu atau pengetahuan akan kita dapat di banyak tempat
bukan hanya di bangku sekolah yang berbentuk formal. Seminar menjadi sebuah
kajian yang secara praktis membutuhkan pengetahuan yang cukup dan luas, apalagi
bagi para penyaji. Seminar biasanya seringkali dilakukan oleh mahasiswa, sebab
sebagai mahasiswa pada hakikatnya memamg harus lebih sering tampil dari pada
hanya menungu di kelas saat mata kuliah berlangsung. Seminar sangatlah kental
dengan aturan dan tatanan baik bahasa yang digunakan ataupun tempat yang akan
disediakan demi kebutuhan berlangsungnya kegiatan seminar. Seminar akan
melibatkan peserta dan penyaji yang akan menyampaikan materi atau tema yang
diangkatnya.
Sidang skripsi adalah
saat-saat paling mendebarkan bagi kebanyakan mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa
yang stres karena terlalu khawatir memikirkannya. Namun begitu, sidang skripsi
pasti dilalui dan tidak bisa ditolak. Karena ini sudah menjadi bagian dari
tugas akademik yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk menyelesaikan
kuliahnya. Jadi sebagai mahasiswa akan tetap melakukannya.
Masalah
umum yang sering dialami oleh kebanyakan mahasiswa saat sidang skripsi adalah
saat presentasi skripsi dan saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
dewan penguji. Inilah dua hal utama yang sering jadi momok yang ditakuti
kebanyakan mahasiswa. Sebenarnya ini tidak perlu terjadi, jika saja para
mahasiswa mampu melakukan persiapan dengan baik dan menguasai teknik presentasi
skripsi dengan baik.
1.2. Rumusan Masalah
Pada
pembahasan makalah ini banyak problem-problem yang menjadi rumusan masalah,
namun dari beberapa rumusan masalah yang ada, penulis hanya mengangkat dua
rumusan masalah yang akan diurai pada pembahasan makalah ini. Dari rumusan
masalah tersebut, diantaranya:
1. Apa arti
dari seminar itu sendiri dan apa manfaatnya?
2. Apa saja
unsur-unsur yang ada dalam seminar?
3. Apa arti
dari ujian skripsi itu sendiri?
4.
Bagaimanakah cara menghadapi ujian skripsi yng baik dan benar?
5. Apa saja
yang harus dipersiapkan sebelum presentasi ujian skripsi?
1.3. Tujuan
Hal ini, untuk mengetahui pengertian dari seminar dan ujian
skripsi, Unsur-unsur dalam seminar serta cara
menghadapi ujian skripsi yng baik dan benar, manfaat
dari kegiatan seminar yang seringkali dilaksanakan, dan persiapan
sebelum presentasi ujian skripsi.
BAB III
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Seminar
Kata seminar berasal dari kata Latin semin yang
berarti “benih”. Jadi, seminar berarti “ tempat benih-benih kebijaksanaan”.
Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu
topik khusus di bawah pimpinan seorang ahli dan berwenang dalam bidang
tersebut. Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk membahas
suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau seseorang ahli).
Pertemuan atau persidangan dalam seminar biasanya menampilkan satu atau
beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja masing-masing.
Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah
secara ilmiah. Masalah yang dibahas di dalam suatu seminar dapat mencakup
berbagai bidang disiplin ilmu atau berbagai kegiatan di dalam kehidupan
masyarakat.Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya. Seminar
tentang pemasaran suatu produk, tentu dihadiri oleh para pakar bidang
pemasaran. Seminar pendidikan tentu saja dihadiri oleh para ahli pendidikan.
Sementara itu, peserta berperan untuk menyampaikan
pertanyaan, ulasan, dan pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman tentang
suatu masalah.Pelaksanaan persidangan dalam seminar biasanya dipimpin oleh
seorang pemandu dan dibantu oleh seorang atau beberapa orang sekretaris.Sebuah
seminar biasanya memiliki fokus pada suatu topik yang khusus, di mana mereka
yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan
melalui sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau melalui sebuah
presentasi hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal.
Biasanya, para peserta bukanlah seorang pemula dalam
topik yang didiskusikan (di universitas, kelas-kelas seminar biasanya
disediakan untuk mahasiswa yang telah mencapai tingkatan atas). Sistem seminar
memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada topik yang dibicarakan.
Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat, seminar memiliki sifat
lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran
akademis.Biasanya sebuah seminar berbentuk instruksi akademik, baik di lembaga
akademis atau ditawarkan oleh organisasi komersial atau profesional.
Sekarang, sistem seminar yaitu untuk membiasakan siswa
/ mahasiswa untuk mengenali lebih luas metodologi subjek yang mereka pilih dan
juga untuk memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan contoh-contoh dari
masalah-masalah praktis yang selalu terjadi selama penelitian. Seminar ini
merupakan sarana yang cocok di mana pembahasan suatu topik / tugas dibahas di
depan umum, pertanyaan dapat diangkat dan debat dapat dilakukan. Hal ini
relatif informal, setidaknya dibandingkan dengan sistem kuliah instruksi
akademik.
Adapun yang terlibat dalam seminar adalah :
1. Ruang seminar
2. Pengarah
3. Peserta
4. Moderator
5. Notulen
6. Jalannya seminar
1.
Ruang Seminar
Ruang seminar yang memadai adalah sebuah ruang yang
memungkinkan interaksi aktif bagi selurah orang yng aktif mengikuti seminar.
Sebuah meja bundar besar meliputi kursi adalah sebuah contoh yang baik atau
bentuk forum dilokal juga baik. Ruangan tentu saja harus cukup tenang dan cukup
terang untuk memberikan iklim yang enak untuk mengadakan kegiatan seminar
pendidikan. Adanya sebuah papan tulis yang dapat membantu serta sarana dan
prasarana lainnya yang dapat mendukung kegiatan seminar berlangsung.
2. Pengarah
Dalam kegiatan seminar proposal pendidikan juga sangat
dibutuhkan seorang pengarah yang memiliki fungsi sebagai orang yang dapat
menengahkan pendapat antara peserta dan peyaji tentunya pengarah disini adalah
orang yang benar-benar ahli dalam pendidikan. Pengarah adalah ahli yang
memiliki kompetensi pendidikan sehingga dalam kegiatan seminar semua
permasalahan yang ada dan tidak dapat di pecahkan dapat diselesaikan oleh
seorang pengarah, sehingga tujuan seminar dapat terlaksana dengan baik tanpa
melenceng dari isi karya ilmiah penyaji, berbeda dengan seminar yang secara
umum tentunya tidak ada pengarah hanya penyaji saja yang dapat menjawab dari
beberapa kritikan dari peserta. Pengarah dapat berbicara dan memberikan
pendapat setelah selesai karya ilmiah disajikan dan kritikan dari peserta,
boleh juga berbicara di tengah berjalannya kegiatan namun dengan alasan sesuatu
hal yang memang sangat penting disampaikan ketika ada permasalahan tentang isi
karya ilmiah.
3. Peserta
Untuk berjalannya sebuah seminar dengan baik, semua
peserta adalah bukan kertas kosong yang menunggu diisi, seperti halnya kuliah.
Mereka harus sudah membaca tentang tema yang akan diseminarkan. Mereka bisa
membuat sebuah esei pendek tentang tema yang diseminarkan. Bila yang
diseminarkan adalah sebuah teks, teks tersebut telah dibaca secara analitis,
ditandai, disertai tanggapan dan kritik. Dengan terlebih dahulu membaca tentang
tema yang akan diseminarkan, mereka telah mengolahnya di dalam kepala mereka.
Mereka telah memiliki bayangan akan apa yang diseminarkan. Kertas di tangan
yang berisi ringkasan tema yang diseminarkan menurut masing-masing peserta,
akan memandu mereka nantinya di dalam seminar.
4. Moderator
Seorang moderator di dalam seminar berbeda dengan
seorang lektor di dalam kuliah. Ia bukanlah seorang yang memberikan pelajaran,
melainkan orang yang mengarahkan jalannya seminar.Semestinyalah seorang
moderator adalah orang yang paling senior dalam tema yang akan diseminarkan.
Ini bukan berarti pendapatnyalah yang paling benar. Senioritas dalam penguasaan
materi semata-mata untuk mengarahkan seminar, karena ia mestinya yang paling
tahu tentang seluk beluk tema yang diseminarkan. Peran seorang moderator ada
dua: mengarahkan (directing) dan memoderasi (moderating). Dalam mengarahkan, ia
menjaga agar seminar tidak melenceng dari tema. Dengan memoderasi, ia menjaga
agar tidak ada satu orang atau satu ide tertentu yang terlalu mendominasi
seminar sehingga seluruh tema seminar tidak tereksplorasi dengan baik. Sebelum
seminar, seorang moderator harus telah membaca tema yang akan diseminarkan,
menyiapkan catatan tentang tema tersebut, menentukan kata-kata kunci, dan
menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang nantinya akan ditanyakan di dalam
seminar. Di awal seminar ia dapat menuliskan terlebih dahulu poin-poin yang
akan didiskusikan atau menggambarkan sebuah diagram yang mencerminkan ide yang
akan didiskusikan.Seorang moderator yang baik haruslah seorang pendengar dan
pembicara yang baik. Ia mampu menangkap maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya
lebih jelas. Ia mampu memparafrasekan sebuah pertanyaan menjadi pertanyaan lain
yang lebih jelas. Mengingat beratnya tugas seorang moderator, sebaiknya seorang
moderator tidak memimpin sebuah seminar lebih dari satu kali dalam sehari.
5.
Notulen
Notulen adalah orang yang diberi tugas dalam seminar
untuk membuat catatan singkat tentang jalannya persidangan/ rapat/ seminar juga
merangkum isi secara tertulis dari persidangan/ rapat atau seminar. Seorang
notulen juga sangat berfungsi dalam kegiatan ilmiah sebab moderator sebagai
pengelola kegiatan butuh catatan penting tentang jalannya kegiatan. Pada
kebiasaannya tempat notulen berdekatan dengan moderator sehingga ketika
berjalan kegiatan tidak terjadi miss communication ( kurang komunikasi ) antara
notulen dengan moderator, dalam hal ini notulen tidak saja menulis dari awal
kegiatan namun sampai dengan berakhirnya kegiatan notulen juga berkewajiban
menulis jalannya kegiatan.
6. Jalannya
Seminar
Seminar dimulai dengan pengantar singkat dari
moderator, dan langsung dilanjutkan dengan pertanyaan kunci yang dibahas oleh
semua peserta secara bergiliran.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya
seminar berjalan baik :
a. Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada
seorang yang lebih mendominasi pembicaraan.Adalah tugas moderator untuk
memperhatikan ini.
b. Seminar bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang
sudah jelas ada jawabannya, lalu mengarah ke pertanyaan-pertanyaan lain yang
lebih dalam dan tidak jelas jawabannya. Pertanyaan jenis kedualah yang
memberikan manfaat terbesar. Tidaklah banyak pertanyaan yang seperti demikian.
c. Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan
jelas tanpa ambiguitas. Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas,
moderator harus bisa menunjukkan itu dan meminta sang pengujar untuk
memperjelasnya.
d. Masih berhubungan dengan poin pertama, setiap
pertanyaan haruslah jelas sebelum ditanggapi dengan jawaban. Penanggap berhak
meminta penjelasan lebih lanjut atas pertanyaan sebelum ia menjawab. Tanggapan
tentunya juga harus relevan dengan pernyataan. Moderator juga harus
memperhatikan ini.
e. Sebuah pertanyaan bisa dilihat sebagai jembatan kepada
pertanyaan lain yang lebihmendasar. Hanya dengan cara demikian sebuah seminar
dapat memberikan manfaat lebih.
f. Bila ada istilah yang sama, tetapi dipakai dengan arti
yang berbeda oleh beberapa orang,moderator harus menunjukkan itu dan membuat
kesepakatan dalam arti apa istilah itu dipakai sebelum melanjutkan seminar.
g. Etiket harus diperhatikan dalam sebuah seminar,
seperti halnya di sebuah meja makan.Bahasa harus santun dan tidak merendahkan.
Moderator terlebih harus memberikan contoh yang dapat diikuti oleh peserta yang
lain. Bukan berarti seminar tidak bisa dilakukan dengan ringan dan diiringi
tawa, namun canda dan tawa dilakukan dengan wajar dan memberi makna di dalam
seminar. Tidak ada yang lebih membantu untuk mengingat ketimbang ide-ide
kreatif yang kadang membangkitkan tawa.
h. Seminar adalah sebuah tempat untuk menggodok ide. Ia
bukanlah tempat untukmembenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun menerima
bila ada pendapat yang lebih baik. Di dalam seminar semua orang memiliki posisi
yang sama.
i.
Sebuah
seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah kesimpulan tunggal.
j.
Setiap
orang bisa pulang dengan pendapatnya masing-masing.Yang terpenting adalah mata
mereka lebih terbuka, mereka telah melihat ide-ide baru yang sebelumnya tidak
terpikirkan oleh mereka.
2.1.
Beberapa Definisi Seminar Lain Mengenai Seminar
1. Pemecahan Masalah
Seminar merupakan
suatu kegiatan pemecahan masalah pada tema tertentu yang telah ditetapkan yang
melibatkan para pakar, biasanya dari perguruan tinggi sebagai pembawa makalah
atau pembanding/penyanggah.
2. Pembahasan Studi Kasus atau Topik Tertentu
Seminar adalah
kegiatan yang diadakan dalam rangka membahas suatu kasus atau suatu topik
tertentu, yang biasanya diikuti banyak peserta, dipimpin oleh seorang yang ahli
didalam bidang yang dipelajarinya, sehingga seminar tersebut berfungsi
memberikan kesempatan diskusi kepada para pesertanya dan menstimulasi partisipasi
anggota kelompok menjadi aktif.
3. Pertemuan Mahasiswa Bidang Keilmuwan
Tertentu
Seminar merupakan
pertemuan sejumlah mahasiswa pereguruan tinggi bidang keilmuwan tertentu
dibawah pimpinan mahaguru yang bersangkutan.
4. Pertemuan SekelompokAhli
Seminar adalah
pertemuan sekelompok ahli atau pakar yang sedang mengkaji kebenaran hasil
penelitian ilmiah di masyarakat di luar kalangan perguruan tinggi.
5. Pembahasan Hasil Penelitian Ilmiah
Seminar merupakan
pembahasan ilmiah ( hasil penelitian ) yang dipimpin oleh seorang atau beberapa
ahli, dan dihadiri oleh beberapa penyanggah.
2.3.
Penggunaan Seminar
Seminar akan efektif bila:
1. Tersedia waktu yang cukup untuk membahas persoalan.
2. Problema sudah dirumuskan dengan jelas.
3. Para peserta dapat diajak berfikir logis.
4. Problema memerlukan pemecahan yang sistematis.
5. Problema akan dipecahkan secara menyeluruh.
6. Pimpmnan sidang cukup terampil dalam mcnggunakan
metode ini.
7. Kelompok tidak terlalu besar sehingga memungkinkan
setiap peserta mengambil bagian dalam berpendapat.
2.4
Kelebihan Seminar
1. Membangkitkan pemikiran yang logis.
2. Mendorong pada analisa menyeluruh.
3. Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis
problema.
4. Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada
diri peserta.
5. Meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema.
2.4
Kelemahan Seminar
1. Membutuhkan banyak waktu.
2. Memerlukan pimpinan yang terampil.
3. Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar.
4. Mengharuskan setiap anggota kelornpok untuk
mempelajari terlebih dahulu.
5. Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain.
2.5.
Unsur-Unsur Yang Ada Dalam Seminar
Seminar bukanlah hanya sebatas tukar pemikiran
kemudian selesai, tapi banyak hal yang perlu diperhatikan terhadap kegiatan
seminar. Ada beberapa unsur yang mendukung berjalannya kegiatan seminar. Unsur
tersebut melibatkan tiga unsur, diantaranya:
1.Unsur Manusia
Unsur manusia yang meliputi
pemandu atau moderator, penulis, penyaji makalah dan peserta. Pemandu atau
moderator adalah orang yang akan mengatur jalannya seminar, sehingga semua
keputusan ada di tangan moderator. Ketika ada salah satu diantara peserta yang
mau bertanya, maka harus mendapatkan izim dari moderator, tidak
sewenang-wenangnya kemudian menjawab. Sebaliknya juga, penyaji ketika mau
menyampaikan atau menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh salah satu peserta,
maka harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari moderator untuk menjawab
pertanyaannya. Penulis atau notulis adalah orang yang menghasilkan notulen dari
hasil seminar. Notulis akan menyampaikan hasil dari seminar, segala sesuatu
yang sudah disepakati bersama. Notulis harus bisa dan mampu mencatat hasil
seminar kemudian disampaikan atau dilaporkan kepada para peserta seminar.Dalam
seminar harus ada seorang penyaji yang akan menyajikan atau menyampaikan secara
detil terhadap para peserta tentang makalah atau tema yang diangkat pada
seminar. Penyaji adalah seseorang yang bisa dikatakan mampu menyampaikan materi
seminar, sehingga para peserta merasa puas terhadap acara seminar yang
diadakan. Maka dari itu, harus mencari atau mendatangkan seorang penyaji yang
memang benar-benar mampu dan berpengetahuan yang luas.Kegiatan seminar harus
ada peserta seminar karena tidak cukup hanya mendatangkan penyaji dan dihadiri
moderator, akan tetapi seminar harus dihadiri peserta.Sebab, penyaji akan
menyajikan makalahnya dan disampaikan kepada peserta seminar. Peserta merupakan
orang yang hadir dalam acara seminar selain dari penyaji dan moderator. Bisa
juga dikatakan peserta adalah orang yang mendengarkan. Banyak dan sedikitnya
peserta menyebabkan tidak sukses dan semaraknya acara, memang pada hakikatnya
kesuksesan tidahlah bergantung kepada banyaknya peserta, tapi peserta sebagai
penunjang terhadap jalannya acara.
2. Unsur
materi yang meliputi masalah, tema atau topik pembicaraan
Sebelum dilaksanakan sebuah seminar, terlebih dahulu
harus mencari atau mendapatkan masalah, sehingga bisa dijadikan bahan diskusi
pada kegiatan seminar. Masalah itulah kemudian diusung dan dibahas pada
seminar. Tanpa mempunyai permasalahan, maka acara seminar tidak mungkin
berjalan, karena tidak ada yang mau dibahas. Tema atau topik merupakan pokok
kajian yang diusung pada kegiatan seminar. Tema didapat setelah menemukan
permasalahan kemudian lebih difokuskan ke dalam bentuk tema. Tema sebagai roh
permasalahan yang akan dibahas atau diurai secara mendalam. Makalah yang dibuat
oleh penyaji setidaknya harus berkaitan dengan tema tidak boleh mengangkat
makalah yang tidak ada kaitannya dengan tema. Sebab, tema salah satu topik yang
sudah disepakati untuk dijadikan bahan diskusi.
3. Unsur fasilitas
Meliputi ruangan, meja, kursi, alat-alat audiovisual,
papan tulis, kertas dansebagainya.Kegiatan seminar merupakan kegiatan dalam bentuk
resmi. Yang jelas membutuhkan ruangan yang sekiranya memadai terhadap semua
yang hadir. Selain itu, membutuhkan meja dan kursi sebagai tempat duduk bagi
penyaji juga peserta yang hanya membutuhkan kursi. Sebab, acara seminar kalau
peserta dan penyajinya duduk dalam bentuk lesehan, maka kurang menarik
acaranya. Apalagi memang tidak biasa seperti itu, beda dengan diskusi yang
dibentuk tidak formal mungkin tidak masalah jika tidak menggunakan kursi dan
meja. Yang penting ada tempat meski tidak dalam ruangan. Alat-alat audiovisual
dan papan tulis dibutuhkan oleh penyaji dalam acara seminar, meskipun
seringkali ketika acara resmi yang diadakan di gedung-gedung pertemuan resmi
tidak menggunakan papan tulis, akan tetapi papan tulis digunakan ketika acara seminar
yang diadakan di kelas oleh mahasiswa atau ketika seminar proposal bagi
mahasiswa semester 7 atau 8. Namun, dua alat tersebut harus ada dan
dipersiapkan sebelumnya, sehingga ketika penyaji membutuhkan alat tersebut
tidak akan kebingungan.Untuk melaksanakan seminar tentu diperlukan persiapan.
Persiapan tersebut harus menjawab pertanyaan siapa yang menjadi pelaksana
seminar, siapa penyaji makalahnya, siapa pesertanya, apa materinya, dimana
pelaksanaannya, dan fasilitas apasaja yang harus disediakan agar pelaksanaan
seminar tersebut dapat berjalan dengan lancar. Sebelum melaksanakan seminar
sebaiknyadibentuksebuahpanitiapelaksana yang dipimpin oleh seorang ketua,
sekretaris dan bendahara ditambah dengan beberapa urusan atau seksi. Urusan
atau seksi yang dibentuk haruslah sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, harus ada
seksi yang mengurus penggandaan makalah, surat-menyurat, tanda peserta, piagam
atau tanda keikutsertaan. Demikian pula harus ada seksi yang mengurus fasilitas
seminar seperti soal tempat, meja, kursi, papan tulis, alat-alat audiovisual,
dan sebagainya. Jika seminar dilaksanakan lebih dari satu hari, perlu pula
seksi yang mengurus akomodasi, transportasi, dankonsumsi. Agar pekerjaan
panitia dapat berlangsung tertib dan lancar, maka panitia seminar harus dapat
merumuskan tugas-tugas yang harus dikerjakan, dan siapa saja orang yang
bertanggungjawab melaksanakannya. Tugas-tugas itu misalnya menyangkut soal
siapa yang menghubungi penyaji makalah, tema apa yang disajikan, berapa biaya
yang dibutuhkan dan dari mana sumbernya, siapa saja yang menjadi peserta dan
apasaja kewajibannya, kapan dan dimana seminar dilaksanakan. Baik panitia mau
punpenyaji hendak nya memperoleh gambaran unsur manusia yang terlibat di dalam
seminar tersebut. Aktivitas untuk memperoleh gambaran itu penting agar mereka
yang terlibat didalamnya mengetahui sifat dan sikap masing-masing.
Dalam pandangan lain, beberapa manfaat yang didapat
pada kegiatan seminar, diantaranya:
a. Melatih
untuk bersikap demokratis.
b. Melatih
untuk bersik aptoleransi.
c. Mengembangkan
kepribadian.
d. Sarana
melatih berfikir lebih baik.
e. Menambah
pengetahuan dan pengalaman.
f. Pengembangan
kecendekiaan dan kreatifitas.
Dari beberapa manfaat yang sudah disebutkan diatas,
maka seminar merupakan pokok kajian yang bisa dijadikan melatih diri kita untuk
lebih kreatif dan berpengetahuan serta berpikir yang cemerlang. Seminar tidak
hanya sebatas kegiatan yang bisa mengeluarkan uang banyak, tapi mampu
menciptakan pemikiran yang lebih cerdas.
2.7.
Ujian skripsi
Ujian skripsi yaitu suatu karya tulis ilmiah berupa paparan
tulisan hasil penelitian S1 yg membahas suatu permasalahan atau fenomena dalam
suatu bidang ilmu tertentu dgn menggunakan kaidah kaidah yg berlaku.
Tujuan dari skripsi yaitu mahasiswa
mampu menyusun dan menulis suatu karya
ilmiah, sesuai dgn bidang ilmunya.
2.8. Tahap Persiapan
1.
Kuasailah materi skripsi dengan baik
Apa
yang akan disampaikan dalam presentasi skripsi adalah hasil penelitian yang
sudah dilakukan selama berbulan-bulan. Apapun jenis penelitian skripsi Anda,
mulai dari skripsi akuntansi, skripsi manajemen sampai skripsi teknik
informatika. Jika penelitian tersebut dilakukan melalui proses yang benar dan
sungguh-sungguh, maka menguasai materi presentasi skripsi tersebut akan menjadi
jauh lebih mudah.
Namun
masalahnya tidak semua mahasiswa melakukan proses penelitian dengan baik.
Mereka tidak mengikuti prosesnya dengan benar, mereka tidak mempelajarinya
bahkan tidak sedikit mahasiswa yang skripsinya dikerjakan orang lain tanpa
meraka tahu kerangka berpikir dari skripsi tersebut. Alhasil mereka bingung
saat sidang skripsi sudah mulai dekat. Mereka takut, tidak siap dan merasa
tidak menguasai materi skripsi yang akhirnya membuat mereka stres.
Cara
terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan bersungguh-sungguh mengerjakan
skripsi mulai dari mengajukan judul, membuat proposal skripsi, memperdalam
kajian teori, melakukan penelitian, menulis hasil penelitian, melakukan
bimbingan, melakukan revisi dan mempelajarinya. Semua itu adalah modal utama
Anda dalam presentasi skripsi. Percayalah dengan melakukan semua hal tersebut
Anda akan menguasai materi dengan baik. Dan Anda akan jauh lebih siap, bahkan
jauh-jauh hari sebelum sidang skripsi itu tiba.
Mungkin
Anda bertanya kenapa persiapan harus dimulai dari pengajuan judul? Jawabannya
sederhana karena membuat judul adalah langkah awal dalam menyusun skripsi. Dan
untuk membuat judul diperlukan sebuah alasan. Alasan inilah yang menjadi
kerangka berpikir awal kenapa judul yang dipilih layak untuk diajukan. Jika
tahap ini bisa dilakukan dengan baik maka proses selanjutnya akan semakin
mudah. Dan Anda telah mampu melakukan bagian terpenting dalam persiapan
presentasi skripsi.
2.
Siapkan mental
Saat
sidang skripsi sudah mulai dekat, rasa cemas biasanya tetap muncul. Ini adalah hal yang wajar.
Untuk mengatasinya katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda sudah siap.
Hilangkan pikiran-pikiran negatif dalam diri Anda.Yakinkan diri Anda, bahwa
Anda sudah menguasai materi Anda dengan baik. Selain itu perbanyaklah berdoa,
karena doa akan membuat Anda jauh lebih tenang dan optimis dalam menjalani apa
yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Anda sebagai mahasiswa. Ini
bukanlah saran yang klise atau teoritis belaka. Saya pernah melakukannya dan
saya yakin semua mahasiswa yang sukses dalam sidang skripsi juga melakukannya.
3.
Kenali siapa dosen penguji Anda
Perlu
Anda ingat presentasi dalam sidang skripsi Anda tampilkan dihadapan dewan
penguji yang terdiri dari beberapa dosen penguji. Jadi mengenali siapa-siapa
dosen penguji Anda adalah salah satu hal penting yang tidak bisa Anda lewatkan.
Dengan mengenali masing-masing dosen penguji Anda, bagaimana karakternya,
bagaimana cara mereka bertanya dan sebagainya akan membuat Anda jauh lebih
tenang saat sidang berlangsung. Bagaimana mengenali mereka? Caranya sederhana,
silahkan Anda hubungi kakak kelas atau siapa saja yang Anda kenal yang pernah
melakukan sidang skripsi sebelumnya. Tanyakan bagaimana biasanya dosen-dosen
penguji tersebut memberikan pertanyaan, bagaimana biasanya mereka mengkritisi dan
lain sebagainya. Selain itu Anda juga bisa menghadiri beberapa sidang skripsi
lain. Lakukanlah pengamatan selama sidang berlangsung dan catat poin-poin
penting yang Anda lihat. Lakukan ini dengan baik, karena dengan mengenali
audiens ini akan menjadi modal berharga bagi diri Anda saat
tampil melakukan presentasi skripsi nantinya.
4.
Susunlah slide presentasi skripsi dengan baik
Menyusun slide presentasi untuk sidang skripsi bisa
dibilang tidak mudah. Dibutuhkan sebuah pemikiran dan kerja keras untuk memilih
konten yang harus ditampilkan dalam tiap slide, grafik, gambar, serta struktur
presentasi yang akan Anda sampaikan.
Dalam
membuat slide presentasi untuk sidang skripsi kita harus mengedepankan aspek
kesederhanaan dan kejelasan. Sederhana maksudnya setiap kalimat yang Anda
tampilkan dalam slide harus singkat dan mudah dipahami. Sedangkan kejelasan
maksudnya penggunaan latar belakang, warna, jenis font dan ukuran font harus
mudah dibaca.
Ingat
presentasi skripsi itu tidak lama, maksimal 20 menit, bahkan tidak jarang waktu
yang diberikan kurang dari itu, bisa 10 menit atau 15 menit. Untuk itu buatlah
slide presentasi skripsi sesuai dengan kebutuhan dan yang terpenting slide
tersebut harus memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
penelitian, hipotesis (jika menggunakan hipotesis), metode penelitian, hasil
penelitian (kalau ada data-data angka tampilkan dengan tabel dan grafik),
kesimpulan dan rekomendasi.
5.
Lakukan latihan presentasi skripsi dengan baik
Berlatih
adalah cara terbaik untuk membuat presentasi skripsi berjalan dengan baik.
Dengan latihan Anda akan lebih percaya diri, mampu menyesuaikan apa yang Anda
sampaikan dengan waktu yang ada, serta menemukan cara terbaik untuk
menyampaikan presentasi. Berlatihlah sendiri di depan cermin, di depan
teman-teman dan visualisasikan kesuksesan Anda. Jika sampai tahap ini Anda bisa
melakukannya dengan baik maka peluang Anda untuk sukses dalam presentasi
skripsi semakin terbuka lebar.
6.Jangan
Lupa untuk Minta Doa Restu Orang Tua dan Berdoa
Cara menghadapi sidang skripsi agar lancar di depan dosen
penguji yang terakhir adalah mintalah doa restu orangtua agar kamu dimudahkan
lisannya saat sidang presentasi skripsi . Jangan lupa selalu berdoa agar kamu
selalu diberi kemudahan ketika menjawab dan mendapatkan hasil seperti yang kamu
harapkan.
2.9.
Tahap Membawakan
Dalam
tahap ini kita akan belajar tentang bagaimana membuka presentasi, memaparkan
isi dan menutup presentasi.
1.
Membuka presentasi skripsi
Membuka
presentasi dalam sidang skripsi adalah salah satu tahap yang menurut saya tidak
mudah dilakukan. Dibutuhkan sebuah pemikiran yang matang sebelum Anda
melakukannya. Anda harus benar-benar memikirkan kalimat apa yang paling tepat
Anda sampaikan saat berdiri pertama kali di depan dewan penguji. Jangan sampai
Anda menunjukkan diri bahwa Anda tidak siap, dengan pembukaan yang buruk.
Seperti meminta maaf atau kalimat lain yang menunjukkan bahwa Anda sebenarnya
tidak siap.
Saran
saya bukalah presentasi skripsi Anda dengan santun dan penuh keyakinan. Caranya
sampaikan salam, ucapan terima kasih, kemudian jelaskan topik yang akan Anda
sampaikan. Tunjukkan keyakinan Anda dengan bahasa tubuh yang baik dan intonasi
suara yang jelas. Silahkan Anda simak contoh berikut:
“Assalamu’alaikum,
selamat pagi, salam sejahtera buat kita semua”
“Pada
kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada dewan penguji
(sebutkan nama masing-masing dan gelar) yang telah mempersilahkan saya untuk
mempresentasikan skripsi yang berjudul Pengaruh Layanan Informasi Terhadap
Pemahaman Potensi Diri Siswa Kelas VIII SMP Samaran II tahun pelajaran 20XX “.
Setelah
Anda membuka dengan kalimat seperti contoh di atas, Anda bisa melajutkannya
dengan menjelaskan poin-poin yang akan dibahas atau bisa juga menyampaikan isi
presentasi skripsi Anda seperti sebuah narasi tanpa Anda plot dalam poin-poin.
Silahkan simak contoh berikut:
“Ada
tiga hal yang akan saya sampaikan dalam presentasi ini. Pertama, tentang alasan
pemilihan judul yang mencakup latar belakang masalah, rumusan masalah dan
tujuan penelitian. Kedua, tentang motode penelitian yang mencakup jenis
penelitian, subjek penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data dan
teknik analisis data. Ketiga tentang hasil penelitian yang akan memaparkan
hasil temuan selama melakukan penelitian”
Atau:
“Hery Wibowo dalam bukunya Fortune Favor The Ready menjelaskan bahwa pemahaman
terhadap potensi diri sangat penting karena merupakan titik tolak pertama dalam
pencapaian cita-cita. Dan salah satu tempat yang sangat penting untuk
mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang cemerlang, pribadi yang mampu
mengembangkan potensi dirinya secara optimal adalah sekolah”.
Dua
contoh diatas adalah bentuk pembukaan presentasi, namun menggunakan pendekatan
yang berbeda. Pertama kita menjelaskan poin-poin yang akan dibahas. Kedua, kita
membuka presentasi dengan kutipan kemudian membuat narasi yang akan
mengantarkannya pada alasan pemilihan judul dan seterusnya.
Anda
dapat mengeksplorasi sendiri jenis pembukaan seperti apa yang akan Anda
sampaikan. Yang terpenting sampaikan pembukaan Anda tersebut dengan santun dan
meyakinkan. Percayalah pembukaan ini akan jadi modal penting dalam melanjutkan
sesi presentasi skripsi Anda seterusnya.
2.
Menjelaskan isi presentasi skripsi
Dalam
tahap ini Anda harus mampu menjelaskan isi presentasi skripsi Anda dengan terstruktur dan jelas. Jika Anda mengawali
presentasi dengan menjelaskan poin-poin yang akan dibahas maka dalam pembahasan
jangan sampai Anda melewatkan apapun yang sudah Anda mulai sebelumnya. Namun
jika Anda membuka presentasi skripsi dengan sebuah narasi, maka pembahasan Anda
harus terstruktur dengan baik. Supaya dewan penguji atau audiens yang
mendengarkan Anda memahami bagian-bagian dari apa yang Anda sampaikan dengan
baik.
Selain
itu gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Anda harus ingat
presentasi skripsi itu bersifat formal, jadi penggunaan bahasa yang baik akan
memberikan kesan yang baik untuk penampilan Anda. Satu lagi jangan lupa
gunakan bahasa tubuh Anda
dengan baik untuk memperkuat setiap gagasan yang Anda tampilkan.
3.
Menutup Presentasi Skripsi
Dalam
presentasi sidang skripsi ada dua cara penutupan presentasi yang baik. Pertama menyimpulkan isi
dari presentasi yang biasanya juga kesimpulan dari isi skripsi. Kedua,
menyampaikan rekomendasi. Rekomendasi ini Anda sampaikan kepada pihak-pihak
terkait yang akan menggunakan hasil penelitian Anda atau yang akan meneruskan
penelitian Anda di masa mendatang.
2.10.
Tahap Tanya Jawab
Dalam
tahap ini Anda akan belajar bagamana strategi menghadapi sesi tanya jawab
dengan baik dan meyakinkan. Apa saja yang perlu Anda lakukan?
1.
Jadilah pendengar yang aktif
Berhasil
atau tidaknya Anda memberikan jawaban dengan tepat sangat dipengaruhi oleh
kemampuan Anda mendengarkan. Maka yang harus Anda lakukan adalah menjadi
pendengar yang baik dengan mendengarkan secara aktif. Caranya pusatkan
perhatian Anda, tunjukkan antusiasme Anda dan berikan umpan balik jikalau ada
pertanyaan yang kurang Anda pahami saat sesi tanya jawab berlangsung.
2.
Ambil jeda
Sebelum
Anda menjawab, ambilah jeda beberapa detik untuk memikirkan cara
terbaik dalam menjawab pertanyaan. Hal ini memberikan lebih banyak
kesempatan kepada Anda untuk menyiapkan jawaban yang bagus. Para dosen penguji
pun akan memaklumi dan menerima jeda sebentar tersebut sebelum Anda memberikan
jawaban ataupun tanggapan.
3.
Berikanlah jawaban dengan penuh keyakinan
Setelah
Anda mengetahui jawaban atas pertanyaan dosen penguji, segera jawab pertanyaan
tersebut dengan jelas. Berikan jawaban ringkas jika waktunya terbatas, perluas
jawaban Anda jika waktunya cukup longgar. Jika pertanyaan terkait dengan hasil
atau proses penelitian Anda maka jawablah apa adanya seperti apa yang Anda
lakukan saat melakukan penelitian. Namun jika pertanyaannya bersifat teoritis
maka berikan jawaban dengan dasar yang kuat, seperti merujuk pendapat para
ahli, hasil survei dan lain-lain. Dan satu lagi hindari jawaban dengan
menggunakan kata “mungkin”. Karena kata mungkin menunjukkan ketidakyakinan dan
bahkan bisa menimbulkan interpretasi baru yang bisa menyebabkan pembahasan akan
meluas. Ini malah akan menyulitkan Anda. Jadi berpikirlah dengan cermat,
pikirkan jawaban ataupun tanggapan terbaik Anda dengan jelas dan meyakinkan.
Setelah
sesi tanya jawab selesai, berarti selesai sudah keseluruhan presentasi skripsi
Anda. Namun sebelum Anda mengakhirinya, sampaikan terima kasih atas saran,
masukan dan kritik yang diberikan dewan penguji. Katakan Anda akan segera
melakukan perbaikan jika ada yang yang perlu diperbaiki. Setelah itu hampiri
dewan penguji Anda, jabatlah tangan mereka dengan tersenyum apapun hasil dari
sidang skripsi Anda.
Demikianlah
tips bagaimana menampilkan presentasi sidang skripsi dengan baik dan benar
sekaligus meyakinkan. Intinya lakukan persiapan dengan sebaik-baiknya,
tampilkan presentasi skripsi Anda
dengan baik, terstruktur dan meyakinkan, serta berikan jawaban terbaik untuk
setiap pertanyaan. Lakukan semua itu dengan baik, maka kesuksesan presentasi
sidang skripsi akan jadi milik Anda
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Seminar adalah
kegiatan tukar pikiran antara satu orang dengan orang lain dengan bentuk
diformat secara resmi, untuk menemukan sebuah jawaban dari permasalah yang ada.
Kegiatan seminar yang jelas harus mendatangkan penyaji yang mempunyai
pengetahuan yang lebih atau mampu menyampaikan penjelasan tentang tema seminar,
sehingga para peserta puas terhadap penjelasan yang ada. Seminar dihadiri oleh
penyaji dan peserta yang dalam pelaksaan berlangsungnya acara dipandu oleh
moderator atau pembawaacara. Selama berlangsungnya seminar yang mempunyai hak
mengatur berlangsungnya acara semuanya ada pada moderator.
Seminar mempunyai
beberapa manfaat terhadap para pelaaksana seminar. Selain itu, seminar terdapat
beberapa unsur yang mendukung berlangsungnya kegiatan seminar, baik unsur
manusia, unsur materi dan unsur fasilitas. Tiga unsur tersebut harus ada dalam
seminar, jika salah satu dari tiga unsur itu tidak ada, maka acara seminar
tidak akan berjalan dengan lancar bisa saja tidak akan berjalan sama sekali.
Seminar salah satu kagiatan resmi yang sering kali dilakukan oleh banyak orang,
baik perguruan tinggi, lembaga lain, dan organisasi-organisasi. Seminar sebuah
kajian yang mendatangkan seorang penyaji dan harus dihadiri oleh para peserta.
Dengan kata lain kegiatan tukar pemikiran yang dibentuk dengan acara formal.
B. Tip sukses menghadapi ujian skripsi
A.
Kuasi materi ppt
B.
Tenang
C.
Gunakan ppt untuk
presentasi
D.
Perhatikan waktu
E.
Kontrol suara
F.
Perhatikan bha
penyampaian
G.
Perhatikan
penampilan
H.
Persipkan
perangkat pendukung
I.
Pahami setiap gaya
penguji
J.
Banyak berdo’a
C. Persiapan yang
harus dilakukan sebelum ujian skripsi
a)
Tahap persiapan
b)
Tahap membawakan
c)
Tahap tanya jawab
D. Saran
Barangkali
apa yang penulis urau dalam makalah ini belum mencapai kesempurnaan, maka dari
itu penulis mengharap kepada pembaca untuk menyempurnakan makalah ini sesuai
dengan tema yang ada, sehingga mencapai kesempurnaan.
Untuk power pointnya silahkan klik link dibawah ini
https://drive.google.com/file/d/1GSOcYTYMELOVzrUTskLmQ_UfnzTstjuz/view
https://drive.google.com/file/d/1GSOcYTYMELOVzrUTskLmQ_UfnzTstjuz/view
